Categories
Uncategorized

BSN Dorong Kompetensi SDM Standardisasi di Sulsel

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR –Badan Standardisasi Nasional (BSN) mendorong perguruan tinggi untuk melakukan kegiatan peningkatan kompetensi kepada dosen dan mahasiswa di Sulawesi Selatan.

Hal ini disampaikan Kabid Pemasyarakatan Standardisasi BSN, Nurhidayati saat betemu dengan Ketua Perkumpulan Dosen Kopertis Indonesia (PDKI) wilayah Sulsel, Dr Suradi, di Kantor Layanan Teknis BSN Makassar, Rabu (20/12).

Peran dosen sebagai tenaga ahli sangat diperlukan, baik sebagai pakar keilmuan maupun perannya dalam menyampaikan ilmu standardisasi kepada para mahasiswanya.

Sebagai tempat lahirnya SDM berkualitas, perguruan tinggi diharapkan menghasilkan SDM yang paham tentang standardisasi sebagai nilai lebih dari lulusan perguruan tinggi.

Dunia kerja sangat membutuhkan SDM yang paham dan aplikatif dalam bidang standardisasi, minimal untuk SNI ISO 9001:2015. Sebagian besar organisasi telah menerapkan standar SNI ISO 9001:2015 dalam proses kegiatan bisnisnya.

Nurhidayati menyampaikan, untuk meningkatkan daya saing pemerintah semakin gencar mendorong pendidikan dan pelatihan vokasi kepada calon tenaga kerja, termasuk mahasiswa.

Dengan pelatihan vokasi diharapkan kebutuhan tenaga kerja terampil sebanyak 113 juta dapat terwujud. BSN mendorong peningkatan kompetensi terkait standardisasi kepada mahasiswa.

Lebih lanjut Nurhidayati menyampaikan bahwa para dosen sangat dibutuhkan BSN untuk menjadi tenaga ahli dalam membantu penerapan standardisasi.

“BSN membutuhkan dosen untuk menjadi tenaga ahlinya BSN untuk memberikan ilmunya terkait dengan standardisasi sesuai dengan kepakarannya,” tutur Nurhidayati melalui rilisnya, Kamis (21/12/2017).

BSN membutuhkan banyak tenaga sebagai tenaga ahli untuk SNI ISO/IEC 17025 tentang persyaratan pengujian laboratorium; SNI ISO 14000 tentang Sistem Manajemen Lingkungan; dan SNI ISO 22000 tentang standar sistem manajemen keamanan pangan untuk menjadi instruktur atau narasumber.

“Jadi jika SDM di Sulsel ini dapat memenuhi kompetensi yang dibutuhkan, BSN tidak perlu lagi mengirimkan tenaga ahli dari Jakarta,” tutup Nurhidayati.

Suradi menyambut baik inisiasi yang dilakukan BSN kepada PDKI sebagai patner untuk mendorong terciptanya SDM bekompetensi standardisasi di Sulsel.

“Kami menyambut baik inisiasi ini dan akan kami manfaatkan dengan maksimal kegiatan ini,” ujar Suradi.(*)
sumber : www.ibnews.id